Bobby Nasution : Saya Tidak Pernah Menolak Doorstop, Hanya Miskomunikasi Saja

POSTMEDAN – Bobby Nasution mengaku sejak dilantik sebagai Wali Kota Medan dirinya tidak pernah menolak doorstop dengan wartawan, baik yang bertugas di lingkungan Pemko Medan

Firman

Wali Kota Medan Bobby Nasution Saat diwawancarai Awak Media di Tjong A Fie Mansion, Jumat (16/4/21). Foto : (Tison/Mattanews.co)

POSTMEDAN – Bobby Nasution mengaku sejak dilantik sebagai Wali Kota Medan dirinya tidak pernah menolak doorstop dengan wartawan, baik yang bertugas di lingkungan Pemko Medan maupun wartawan lain saat berada di lapangan

“Sejak dilantik jadi Wali Kota Medan, saya selalu berupaya mendekatkan diri dengan kawan-kawan wartawan. Saya tidak pernah menolak doorstop dengan wartawan,” kata Bobby saat buka puasa bersama wartawan di Rumah Tjong A Fie, Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan, Jumat (16/4/2021).

Hadir dalam acara itu Ketua PWI Sumut Hermansjah, Ketua IJTI Sumut Budi Tanjung, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Zulfikar Tanjung, dan Ketua Koordinator Persatuan Wartawan Pemko Medan Edison Ginting serta sejumlah pimpinan OPD Pemko Medan.

Dikatakan Bobby, permasalahan yang terjadi antara Pemko Medan dengan wartawan beberapa hari terakhir ini murni hanya miskomunikasi saja. Ke depan, lanjut Bobby, kerja sama Pemko Medan dengan wartawan akan terus diperbaiki.

“Permasalahan kemarin itu hanya miskomunikasi. Pengamanan yang dilakukan Satpol PP, aparat kepolisian, dan petugas Paspampres bukan bermaksud untuk menghalang-halangi wartawan bertemu dengan saya,” jelasnya.

Bobby mengakui, sebagai keluarga Presiden sampai saat ini dirinya masih mendapat pengawalan dari Paspampres sebayak dua orang. Hal tersebut merupakan tuntutan UU No 34 Tahun 2004.

“Kita semua bekeja sesuai UU. Namun sejak awal saya berkomitmen menjalin hubungan dan kerja sama yang baik dengan wartawan,” ujar menantu Presiden Jokowi itu.

Bobby menambahkan, kurang harmonisnya komunikasi wartawan dengan jajaran Pemko Medan belakangan ini disebabkan adanya perubahan nomenklatur yang menangani wartawan. Semula ditangani Bagian Humas Setda Kota Medan berubah ke Dinas Kominfo Kota Medan.

“Bahkan akibat perubahan nomenklator ini, ruang wartawan atau press room di Balai Kota Medan sampai sekarang tidak ada lagi. Masalah ini sudah kita bicarakan dengan pengurus Persatuan Wartawan Pemko Medan untuk kita benahi supaya ke depan hubungan wartawan dengan Pemko Medan lebih baik,” tambah Bobby.

Sebelumnya, Ketua PWI Sumut Hermansjah dalam sambutannya berharap insiden yang terjadi antara sejumlah wartawan dengan petugas keamanan di lingkungan Pemko Medan tidak terjadi lagi.

Sebab, upaya yang dilakukan wartawan melakukan doorstop merupakan bagian dari tugas wartawan untuk mendapatkan informasi yang akurat dari pejabat publik.

“Sebenarnya ada ruang untuk mengatasi miskomunikasi antara Wali Kota Medan dengan wartawan yaitu membuat coffe morning minimal satu kali sebulan. Melalui acara ini Wali Kota bisa menyampaikan program-program yang akan dilakukan,” kata Hermansjah. (*)

 

Tags

Related Post