Postmedan.com. Deliserdang || Politeknik Negeri Medan (POLMED) melaksanakan kegiatan Thematic Community Service Collaboration (TCSC) melalui penerapan teknologi panel surya pada trainer rangkaian listrik sebagai media pembelajaran energi mandiri di SMP Swasta Hidayatul Islam,Pada hari Senin tanggal, 5 Oktober 2026 Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan upaya hilirisasi hasil penelitian perguruan tinggi melalui penerapan teknologi energi terbaru untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Program TCSC ini diketuai oleh Ir. Abdullah, S.Si., M.T., dosen Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Medan. Tim pelaksana terdiri atas Prof. Arridina Susan Silitonga, S.T., M.Eng., Ph.D., Dr. Ir. Abdi Hanra Sebayang, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., dan Yuvina, S.T., M.T., serta melibatkan mitra Malaysia sebagai bagian dari kolaborasi internasional. Kegiatan ini juga melibatkan lima mahasiswa dan satu tenaga kependidikan Politeknik Negeri Medan.
Kegiatan ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru serta siswa dalam memahami dan menerapkan teknologi panel surya sebagai sumber energi listrik alternatif.
Program ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan media praktik rangkaian listrik dan masih terbatasnya pengenalan teknologi energi terbaru di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari pemanfaatan energi matahari menjadi energi listrik secara langsung.
Ketua tim pelaksana, Ir. Abdullah, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa penerapan teknologi panel surya pada trainer rangkaian listrik merupakan upaya mendekatkan perkembangan teknologi energi terbaru dengan lingkungan pendidikan.
Melalui program TCSC, hasil penelitian perguruan tinggi diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang mendukung peningkatan kompetensi dan kreativitas guru serta siswa.
Materi pelatihan meliputi prinsip kerja panel surya, pengenalan komponen pembangkit listrik tenaga surya, serta integrasi panel surya dengan rangkaian listrik. Peserta juga diperkenalkan dengan fungsi Solar Charge Controller (SCC), inverter, konverter, dan baterai sebagai bagian dari sistem konversi dan penyimpanan energi listrik.
Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, demonstrasi alat, dan praktik langsung, Guru dan siswa berkesempatan mengenal komponen, mengamati cara kerja sistem, serta mempraktikkan rangkaian listrik menggunakan trainer. Pendekatan ini diharapkan membantu peserta menghubungkan pemahaman teori dengan penerapan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme siswa terlihat dari keterlibatan mereka dalam kegiatan praktik menggunakan perangkat trainer rangkaian listrik, Sementara itu, kepala sekolah dan para guru menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai relevan dengan kebutuhan sekolah dalam memperkaya media pembelajaran praktik dan memperkenalkan teknologi energi terbaru kepada siswa/ Siswi Kegiatan ini juga memberikan tambahan wawasan bagi guru untuk mendukung pembelajaran yang lebih aplikatif.
Kegiatan TCSC ini mempertemukan kompetensi perguruan tinggi dengan kebutuhan mitra pendidikan melalui kolaborasi dosen, mitra Malaysia, mahasiswa, dan tenaga kependidikan. Pihak sekolah turut berpartisipasi dengan menyediakan sarana kegiatan serta melibatkan guru dan siswa dalam rangkaian pelatihan.
Kegiatan ini didanai melalui DIPA Politeknik Negeri Medan, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026.
Melalui program ini, Politeknik Negeri Medan diharapkan terus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pemanfaatan trainer rangkaian listrik berbasis panel surya di SMP Swasta Hidayatul Islam diharapkan dapat mendukung pembelajaran praktik yang lebih inovatif, meningkatkan kompetensi guru dan siswa, serta menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pemanfaatan energi terbarukan.ungkapnya.(Ril/Andi/Red)
Wartawan: Firman, Editor: Firman
