Postmedan.com.Medan – Diduga di beritakan sepihak oleh oknum- oknum tidak bertanggung jawab, Tio akan tempuh jalur hukum Tentang pemberitaan yang lagi viral.

Di sebut sebagai otak pelaku atas dugaan penganiayaan yang dialami oleh seorang wartawan berinisial CA, Kaiman Sitio angkat bicara bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan untuk menganiaya CA.

Kaiman Sitio (54) warga Jalan Bajak V ujung Kanal Kelurahan Harjo Sari Kecamatan Medan Amplas kepada wartawan mengatakan kejadian itu bermula pada Senin (18/4) lalu Tio, F dan H Pakpahan kurang lebih sekitar pukul 14.00 WIB bertemu disalah satu warung kopi di kawasan Pasar 12 Amplas.

“Kami bermula berbincang-bincang yang lain sembari ngopi-ngopi, ditengah pembicaraan saya ada bilang tolong jumpakan dengan si CA karena ada yang mau saya bicarakan,” katanya.

Hal senada dikatakan H Pakpahan dirinya dijemput oleh F mengatakan Kaiman Tio ingin bertemu untuk mengopi sore, hal itu diaminkan oleh H Pakpahan dimana ia memang sudah berjanji usai dihubungi babg Tio namun saat hendak berangkat, tiba – tiba Fauzi datang, sempat terkejut juga dirinya namun karena kena akhirnya saya dan Fauzi pergi ke arah Jalan Pasar 12 dikawasan Amplas untuk undangan mengopi bareng ke salah satu warung kopi dikawasan pasar 12 Amplas.

“Saat sampai diwarung kopi tersebut bang Tio,saya dan Fauzi pun cerita cerita karena saling kenal sembari ngopi-ngopi. Lalu Tio tanya sama f ‘ada kenal dengan namanya amri?, ia ada pakai uang aku dua juta’. Lalu fauzi bilang ‘biar kuseret dia kedepan abang’. Lalu bang Tio langsung melarang nya, dia bilang ‘oh jangan, kau jangan begitu! Jangan pukul pukul orang. Biar saya rugi uang tapi jangan kau pukul pukul orang,’. Bang Tio hanya minta di jumpakan tanpa ada tindakan kekerasan.

“Bang Tio hanya mau mendengar apa alasan si CA tidak mengembalikan uang itu dan sekali lagi bang Tio mengingatkan si Fauzi agar jangan melakukan tindakan kekerasan,” imbuhnya.

Lanjut Kaiman Tio menjelaskan pada malam harinya dirinya mendengar ada suara bel rumahnya ketika itu ia keluar dan melihat si Fauzi dan CA datang ke rumahnya.

“Karena tamu ya aku buka lah pagar rumah ku dan kami duduk di teras rumahku. Lalu kutanya lah tentang uang itu dan tiba tiba dia bersujud di kaki ku, aku bilang ngak usah seperti itu, akun tanya kira kira kapan mau dipulangkan uangnya,” jelasnya.

“Lalu CA menghubungi orang tuanya dan menghubungi istrinya, mereka berjanji akan mengembalikan uangku pada hari Rabu karena dia sudah berjanji lalu aku bilang sama F kembali kan dia dimana kau jemput tadi, lalu mereka beranjak pergi dan tidak ada terjadi keributan apapun dirumah ini pada saat mereka datang dan pulang,” tambahnya.

Keesokan harinya, K Tio mendapatkan kabar bahwa CA dianiaya, ia sangat terkejut atas peristiwa tersebut karena dirinya tak pernah meminta, menyuruh dan memerintah Fauzi untuk melakukan tindakan kekerasan kepada CA.

“Aku tak pernah memerintah kan kepada siapapun termasuk si F untuk memukul atau menganiaya CA, dan dirumah ini pun jangankan mukul kusentil aja pun si CA tidak ada dan kabarnya aku dicatut nama ku sebagai terlapor. Kedepannya saya akan menempuh jalur hukum atas peristiwa ini,” pungkasnya.(man)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.